Refleksi Perkuliahan Filsafat Umum

Oleh: Nurin Lailatul Hidayah
Nim: 1860205222131
Kelas: PGMI 2B
Dosen Pengampu: Lailatuzz Zuhriyah, M.Fil.I

Assalamu'alaikum Wr.Wb.
     Pada pertengahan semester dua ini, saya bersama teman-teman satu kelas saya telah menempuh setengah perjalanan menjadi mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK). Karena kami bagian dari FTIK, maka sangatlah penting bagi kami untuk selalu mengasah pemikiran kami terhadap dunia pendidikan. Apalagi seperti sekarang ini dunia semakin berkembang, banyak perubahan-perubahan yang terjadi di berbagai hal, dan salah satunya pada bidang pendidikan. Maka dari itu, kami yang merupakan calon pendidik haruslah memiliki pemikiran terbuka dan luas, sehingga nantinya segala aspek yang menunjang terselenggaranya suasana pendidikan yang baik, berkonpeten dan sesuai dengan norma-norma agama dapat kami kuasai dengan baik.

     Pada semester dua ini ada beberapa mata kuliah yang kami ambil. Dan salah satu mata kuliah yang menjadi favorit kami, yaitu mata kuliah filsafat umum. Mata kuliah ini mengajarkan kami untuk selalu berfikir kritis dan mendalam terkait bagaimana cara kita berfikir tentang nilai-nilai yang terkandung dalam suatu Pendidikan yang berbasis agama islam. Menurut saya sebagai seoarang mahasiswa FTIK sangatlah penting untuk mempelajari mata kuliah filsafat umum ini, karena kedepannya nanti kami pasti akan dihadapkan dengan dinamika pendidikan yang semakin maju sesuai dengan arus perkembangan zaman. Dari filsafat inilah mahasiswa diajak untuk berperan aktif dalam menanggapi dan menggali hal-hal yang dapat memperkokoh pendidikan islam dimana saja dan kapan saja.

     Selama pertengahan semester dua ini kami mempelajari banyak hal tentang filsafat umum, mulai dari pengertian filsafat umum, sejarah, ruang lingkup dan cabang-cabang kajian filsafat, filsafat Pra-Socratic (kelahiran filsafat alam), kebijakan Socrates, Idealisme Plato, Realisme Aristoteles, serta Helenisme abad pertengahan. Filsafat datang pada 6 abad sebelum masehi yang berasal dari Yunani. Pencetus atau penemu ilmu filsafat ini bernama Thales, beliau ini juga disebut sebagai bapak filsafat. Filsafat ini merupakan ilmu yang mempelajari bagaimana cara berfikir yang benar. Terdapat 4 karakteristik berfikir yang benar dalam filsafat, yaitu logis (jelas), sistematis (terstruktur), radikal (berfikir mendalam sampai ke akar-akarnya), dan universal (menyeluruh). Dan dialam filsafat terdapat dua objek, yaitu objek material dan objek formal.

     Selain itu, didalam filsafat itu terdapat empat macam ruang lingkup didalamnya, yaitu metafisika (dibalik yang ada), ontologi (ilmu yang membahas tentang hakikat dari sesuatu yang ada), epistemologi (ilmu yang mempelajari bagaimana cara manusia mengetahui pengetahuan), dan gang terakhir ada aksiologi (ilmu yang mempelajari nilai guna tentang pengetahuan). Filsafat pada masa Pra-Socrates ini merupakan ilmu filsafat dimana para ahli menjadikan alam semesta menjadi objek pemikirannya. Pada masa Socrates, dia menggunakan beberapa metode untuk mengungkapkan kebenaran, yaitu:
1. Gnoti Seauton (kenalilah dirimu sendiri jangan berharap berlebihan)
2. Maieutica Technic (disebut juga metode kebidanan, karena dengan metode ini Socrates dapat menolong seseorang menemukan dan mengeluarkan ide-ide yang ada pada orang tersebut)
3. Dialektika (suatu metode yang digunakan Socrates untuk menganalisis atau memahami suatu permasalahan dengan cara berdialog)

     Pengertian filsafat menurut Plato dan Aristoteles, yaitu Plato berpendapat bahwa filsafat adalah ilmu pengetahuan yang berminat mencapai kebenaran yang asli. Sedangkan Aristoteles berpendapat bahwa filsafat adalah ilmu pengetahuan yang meliputi kebenaran yang didalamnya terkandung ilmu-ilmu metafisika, logika, retorika, etika, ekonomi, politik dan estetika. Perbedaan utama antara pemikiran Plato dan Aristoteles, yaitu Plato beranggapan bahwa ide itu muncul terlebih dahulu. Sedangkan menurut Aristoteles panca indralah yang kemudian menghasilkan ide. Dan perlu kalian ketahui, bahwa Plato ini merupakan guru dari Aristoteles.

     Selama 7 pertemuan bersama ibu Lailatuzz Zuhryiah dalam mata kuliah filsafat umum ini, saya merasa lebih paham tentang mata kuliah filsafat. Karena beliau ini merupakan ibu dosen yang benar-benar hebat, dengan berbagai macam metode yang diterapkan saat mengajar didalam kelas. Selain itu, beliau ini merupakan ibu dosen yang sangat humble terhadap mahasiswanya, beliau juga selalu on time saat pelaksanaan jam kuliah, dan yang pastinya beliau ini sangat kompeten dalam menyampaikan materi-materi perkuliahan. Terbukti dengan adanya kami sebagai mahasiswanya yang dengan mudah memahami setiap materi yang beliau sampaikan. Beliau juga sangat sabar saat pelaksanaan perkuliahan. Dan yang terpenting, setiap penjelasan yang beliau sampaikan itu pasti sangat bermakna dan mudah untuk kami cerna, sehingga kesulitan yang kami dapatpun dapat terselesaikan dengan adanya penjelasan dari beliau.

     Harapan kami setelah belajar tentang mata kuliah filsafat bersama ibu Lailatuzz Zuhriyah ini, yaitu dapat memahami bahwasanya sesuatu itu tidak selalu tampak seperti apa yang ada. Sehingga kami bisa berfikir kritis terhadap suatu hal. Selain itu, dengan adanya mata kuliah ini kami juga berharap agar nantinya kami akan memiliki pemikiran yang utuh. Serta kami bisa menjadi pendidik yang baik dan dapat menerapkan setiap ilmu yang kami dapat dari mata kuliah filsafat ini.

Sekian dari kami, Terimakasih
Wassalamu’alaikum Wr.Wb.